Selasa, 23 Juli 2013

Benarkah Pelet Dapat Membuat Orang Lain Jatuh Cinta?

Pelet Dapat Membuat Orang Lain Jatuh Cinta?

INFO NEWS - Kalau membahas pelet, pasti yang dibayangkan adalah usaha untuk membuat seseorang jatuh cinta dengan cara-cara gaib. Hal tersebut tidak salah, karena fungsi pelet adalah agar seseorang dikasihi dan disayangi orang lain. 

Pelet banyak digunakan dalam hal cinta. Seseorang yang sudah kena pelet biasanya akan jatuh cinta mati-matian dan tidak sadar kalau sebenarnya dia sudah kena pelet. Ajaib? Ternyata ilmu pelet tidak hanya ada di Indonesia lho.
 
Pelet ada di seluruh dunia


Di Indonesia, media gaib untuk membuat orang lain jatuh cinta namanya pelet. Biasanya, seseorang akan pergi ke dukun atau orang pintar untuk memelet seseorang yang dicintainya. Agar pelet makin manjur, biasanya seorang wanita diminta membawa beberapa helai rambut pria yang dicintainya, mandi kembang dan sebagainya. Sedangkan di negara lain, ada media yang hampir serupa, berupa mantra cinta atau ramuan tertentu agar dimakan sang korban.

Jika Anda membaca buku Harry Potter, di sana juga ada media pelet bernama Amortentia atau ramuan cinta. Amortentia harus dicampurkan pada makanan atau minuman dan dikonsumsi oleh seseorang yang menjadi target. Jika berhasil, maka orang tersebut akan jatuh cinta pada wanita yang memberi Amortentia. Walaupun begitu, rasa cinta yang diberikan sebenarnya palsu atau hampa, karena tidak berasal dari hati.

Pakai pelet agar si dia makin nempel?

Ada banyak orang yang tidak setuju dengan ilmu pelet, ramuan cinta, sihir cinta atau apapun namanya. Jatuh cinta sesungguhnya adalah masalah hati dan perasaan. Bukankah sangat mengerikan bila seseorang dipaksa jatuh cinta? Mungkin awalnya bahagia, tetapi lama kelamaan, rasa cinta itu terasa hampa. Misalnya Anda menyukai X dan memeletnya. Si X memang jatuh cinta pada Anda, ada di samping Anda, tetapi apakah cintanya tulus berasal dari hatinya?

Walaupun banyak yang tidak setuju dengan pelet, ilmu ini masih banyak dipakai, baik untuk urusan cinta atau agar banyak orang memberi rasa sayang. Bagaimana dengan Anda, lebih memilih berjuang untuk cinta atau pakai pelet saja?   (vemale.com)

Ucapan Selamat Lebaran / Hari Raya Idul Fitri

Dengan kerendahan hati,
Kami mohon keikhlasan untuk memaafkan kesalahan diri.
Taqabalallahuminawaminkum
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin 
Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini
Kemenangan akan kita gapai
Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi
Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa
Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu
Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT
Kami sekeluarga menghaturkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H
Taqobalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan bathin 
Bryan Adams said “Please Forgive Me..”
Rio Febrian said “Ooo.. Maaf, maafkan diriku..”
Ruben Studdard said “Well this is my sorry for 2012.”
Yuni Shara said “Mengapa tiada maaf bagiku.”
Elton John said “Sorry seems to be the hardest word.”
Mpok Minah said “Maaf.. bukannya saya ngak ngerti.. bukannya saya nggak sopan..”
I said “Minal Aidin wal faizin..” 
Dari sepatah kata dan perbuatan terukir duka dalam jiwa
yang membatu menjadi kedengkian di bungkus bisikan syaitan.
Dan tiada kesempurnaan manusia yang mampu menghadangnya.
hari ini kesucian telah datang yang di balut takbir kemenangan.
minal aidzin wal fa idzin mohon maaf lahir batin.
selamat hari raya idul fitri 
Tiada hari yang paling Indah selain 1 syawal.
Walaupun langkah tak bertemu, Tangan tak berjabat, Ucap tak terdengar.
Di hari yang Fitri nan Suci KITA sempurnakan dengan saling memaafkan!
Bersihkan diri hari kemenangan menanti.
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1434 H.
Mohon Maaf Lahir & Batin. 
Jalan-jalan melihat Jin
Jin nya putih memakai Jean
Minal aidin walfa izin
Mohon maaf lahir dan batin 
Jika pedang lukai tubuh pastikan ada harapan sembuh
Jika lisan yang melukai hati maaf jua yang ku ingini
Walau mata tidak bertatap
Walau tangan tidak berjabat

Di hari yang penuh rahmat
Ku ucap selamat hari raya yang penuh rahmat
Fajar ramadhan segera menghampiri dunia,
selembar sutra menghapus noda,
sebening embun penyejuk kalbu, 
sucikan hati bersihkan jiwa di bulan yang suci.
selamat menunaikan ibadah puasa 1433 H semoga amal kita diterima Alllah SWT.
Amiiin … 

Instruksi Kehidupan

Banyak orang datang  dan pergi dalam kehidupanmu, namun hanya teman sejatilah yang akan terukir dalam hatimu. Orang yang kehilangan uang ia kehilangan banyak tetapi orang yang kehilangan teman ia kehilangan lebih banyak dan orang yang kehilangan kepercayaan ia kehilangan segalanya, orang cerdas cenderung membicarakan ide-ide, orang biasa cenderung ngobrol tentang peristiwa-peristiwa, orang yang kurang cerdas cenderung menggunjingkan orang. Untuk mengatasi dirimu gunakanlah akalmu, dan untuk mengatasi orang lain gunakanlah hatimu, jika seseorang menghianatimu sekali, itu kesalahannya, namun jika ia menghianatimu dua kali, itu kesalahanmu. Tuhan memberi setiap burung makanan, namun ia tidak melempar makanan itu kedalam sarang. Belajarlah dari kesalahan-kesalahan  orang lain  dan kita tidak perlu berbuat kesalahan-kesalahan seperti itu.

HIDUP TANPA IBU (KARYA NOFRIZAL XI IS 1)

IBU … ENGKAULAH MATAHARI HIDUPKU
DAN ENGKAULAH TEMPATKU BERTEDUH
TETAPI SEKARANG ENGKAU TELAH TIADA
TANGANMU TAK BISA LAGI MENGHAPUS AIR MATAKU

DAN NASEHATMU TAK LAGI KUDENGAR
YANG SELAMA INI KU ABAIKAN
MENGAPA ENGKAU TERLALU CEPAT
MENINGGALKAN KU
DISAAT AKU BUTUH DIRIMU DI SISIKU

OH TUHAN …
BEGITU CEPAT ENGKAU MENGAMBIL DIRINYA
DI SAAT AKU INGIN MEMBAHAGIAKANNYA
YANG UNTUK SEKIAN KALINYA DIA MEMBAHAGIAKANKU

IBU, BAYANGANMU SELALU ADA DALAM HIDUPKU
WALAUPUN ENGKAU TELAH TIADA
HANYA DOA YANG BISA KUTITIPKAN UNTUKMU
SEMOGA ENGKAU BAHAGIA DI ALAM SANA  

Inilah 6 Tanda Datangnya Malam Lailatul Qadar

Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia, dan didalamnya terdapat suatu malam yang sangat mulia. Suatu malam dimana Alloh SWT menurunkan Al-Qur'an ke dunia sebagai pedoman dan petunjuk umat manusia. Malam tersebut adalah Malam Lailatul Qadar. Malam Lailatul Qadar adalah malam yang dimuliakan Alloh SWT, yang nilainya lebih baik daripada 1.000 bulan atau 30.000 kali malam biasa. Pada malam itu malaikat-malaikat Allah turun ke dunia untuk mengatur segala urusan.

Malam Lailatul Qadar

Seputar tanda-tanda lailatul qadar, diantaranya: pohon sujud, bangunan-bangunan tidur, air tawar berubah asin, anjing-anjing tidak menggonggong, dan beberapa tanda yang jelas bathil dan rusak. Maka dalam masalah ini, keyakinan tersebut tidak boleh diyakini kecuali berdasarkan atas dalil, sedangkan tanda-tanda di atas sudah jelas kebathilannya karena tidak adanya dalil baik dari al-Quran ataupun hadist yang mendukungnya.

Lalu bagaimanakah tanda-tanda yang benar berkenaan dengan malam yang mulia ini ? Nabi shallallahu’alaihi wa sallam pernah mengabarkan kita di beberapa sabda beliau tentang tanda-tandanya, yaitu:

1. Udara dan suasana pagi yang tenang
Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah” (Hadist hasan)

2. Cahaya mentari lemah, cerah tak bersinar kuat keesokannya

Dari Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan” (HR Muslim)

3. Terkadang terbawa dalam mimpi
Seperti yang terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radliyallahu’anhum

4. Bulan nampak separuh bulatan

Abu Hurairoh radliyallahu’anhu pernah bertutur: Kami pernah berdiskusi tentang lailatul qadar di sisi Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam, beliau berkata,

“Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.” (HR. Muslim)

5. Malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)

Sebagaimana sebuah hadits, dari Watsilah bin al-Asqo’ dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam:

“Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)

6. Orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lezatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Rabb-nya tidak seperti malam-malam lainnya.

Wanita Ahli Surga dan Ciri-Cirinya

Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan kekal abadi. Kenikmatan itu adalah surga. Surga ialah nama yang umum mencakup suatu tempat (yang telah dipersiapkan oleh Allah Ta’ala bagi mereka yang menaati-Nya), di dalamnya terdapat segala macam kenikmatan, kelezatan, kesenangan, kebahagiaan, dan kesejukan pandangan mata.
Sungguh begitu indah dan menakjubkan gambaran surga sehingga terkadang tidak bisa dijangkau oleh akal sehat manusia.  Begitu banyak kenikmatan menanti yang akan diperoleh oleh para penghuninya, adalah suatu keberuntungan dan kemenangan yang besar bagi setiap mukmin yang dapat memasukinya. Di surga mengalir di dalamnya sungai-sungai, terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang kekal abadi. Suatu kenikmatan yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati manusia.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ أُكُلُهَا دَائِمٌ وَظِلُّهَا تِلْكَ عُقْبَى الَّذِينَ اتَّقَوْا وَعُقْبَى الْكَافِرِينَ النَّارُ
“Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah seperti taman yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.” (Ar-Ra’d: 35)
Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Surga. Diantaranya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفًّى وَلَهُمْ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِي النَّارِ وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ
“(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka, sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (Muhammad: 15)
Dalam ayat yang lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ
“Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera.” (Al-Hajj: 23)
Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tersebut, orang-orang yang beriman kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur’an yang mulia, diantaranya :
فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلا جَانٌّ فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ كَأَنَّهُنَّ الْيَاقُوتُ وَالْمَرْجَانُ
“Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (Ar-Rahman: 56-58)
فِيهِنَّ خَيْرَاتٌ حِسَانٌ فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ حُورٌ مَقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ
“Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah.” (Ar-Rahman: 70-72)

Ayat-ayat yang menceritakan tentang surga dan kenikmatannya cukup banyak. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita penduduk Surga dalam sabda beliau :
“ … seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya.” (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu)
Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
Sesungguhnya istri-istri penduduk Surga akan memanggil suami-suami mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh seorangpun. Diantara yang didendangkan oleh mereka : “Kami adalah wanita-wanita pilihan yang terbaik. Istri-istri kaum yang termulia. Mereka memandang dengan mata yang menyejukkan.” Dan mereka juga mendendangkan : “Kami adalah wanita-wanita yang kekal, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut. Kami adalah wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi.” (Shahih Al Jami’ nomor 1557)
Apakah Ciri-Ciri Wanita Penghuni Surga
Apakah hanya orang-orang beriman dari kalangan laki-laki dan bidadari-bidadari saja yang menjadi penduduk Surga? Bagaimana dengan istri-istri kaum Mukminin di dunia, wanita-wanita penduduk bumi?
Istri-istri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Surga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Surga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia.
Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Diantara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :
1. Bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.
3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.
4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.
5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.
6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.
7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.
8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.
9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.
10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.
11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.
12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).
13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.
14. Berbakti kepada kedua orang tua.
15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.
Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman :
“ … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa’ : 13).
Wallahu A’lam Bis Shawab.

Sabtu, 13 Juli 2013

Kisah Seorang Wanita yang Melahirkan Anaknya di dalam Kubur

Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Muhammad Ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami ‘Ubaid Ibn Ishaq, telah menceritakan kepada kami ‘Ashim Ibn Muhammad al-Umari dari Zaid Ibn Aslam dari ayahnya mengatakan:
“Ketika Umar Ibn Khaththab berkhutbah di hadapan orang banyak, lewatlah seseorang bersama puteranya yang di gendong diatas pundaknya. Umar berkata: “Aku tiak melihat burung gagak yang serupa dengan burung gagak lain melebihi keserupaan ayah dan anak ini.” Orang itu menjawab: “Demi Allah wahai amirul mukminin, ibu anak ini melahirkan setelah meninggal dunia!” Umar bertanya: “Aduhai, bagaimana itu bisa terjadi?” dia menjawab: “Aku bepergian dalam kafilah demikian dan demikian. Aku tinggalkan dia dalam keadaan hamil dan aku katakan kepadanya: “Aku menitipkan janin yang berada didalam perutmu kepada Allah. Setelah aku datang dari bepergianku, aku diberitahu bahwa bahwa istriku telah meninggal dunia. Suatu malam ketika aku duduk di Baqi’ bersama anak-anak pamanku, aku melihat ada seberkas cahaya yang menyerupai lampu dipekuburan. Aku bertanya kepada anak-anak pamanku: “Apa ini?” mereka menjawab: “Kami tidak tahu. Kami hanya melihat cahaya tersebut setiap malam dikuburan di fulanah.” Aku lalu mengambil kapak dan bergegas menuju kuburan itu. Ternyata kuburan itu terbuka dan anak ini berada dipelukan ibunya! Aku mendekat, kemudian ada suara yang berbicara kepadaku: “Wahai orang yang menitipkan kepada Tuhannya, ambillah kembali titipanmu. Kalau seandainya engkau juga menitipkan ibunya, tentu engkau akan mendapatinya juga.” Aku mengambil bayi tersebut dan serta merta kuburan itu kembali menutup.” Aku Ja’far berkata: “Aku bertanya kepada Utsman Ibn Zufar tentang kejadian ini, dia menjawab: “Aku mendengarnya dari ‘Ashim.”
.

Hukum Oral Seks, Masturbasi, dan Onani


4 Votes

Oral sex (seks), masturbasi, dan onani merupakan istilah yang sangat populer diangkat dalam seminar-seminar kesehatan atau dalam artikel-artikel kesehatan. Namun, pembahasan dalam lingkup agama masih sedikit dibanding dari sisi medis dan kebiasaaan. Berikut ini kami ketengahkan beberapa artikel menarik seputar oral seks, masturbasi, dan onani dengan fatwa-fatwa para ulama.
1. Oral Seks
Pertanyaan: “Apakah boleh seorang perempuan mencumbu batang kemaluan (penis) suaminya dengan mulutnya (oral seks), dan seorang lelaki sebaliknya?”
Dan dalam kitab Masa`il Nisa’iyyah Mukhtarah Min Al-`Allamah Al-Albany karya Ummu Ayyub Nurah bintu Hasan Ghawi hal. 197 (cet. Majalisul Huda AI¬Jaza’ir), Muhadits dan Mujaddid zaman ini, Asy-Syaikh AI-`Allamah Muhammad Nashiruddin AI-Albany rahimahullah ditanya sebagai berikut:
“Apakah boleh seorang perempuan mencumbu batang kemaluan (penis) suaminya dengan mulutnya, dan seorang lelaki sebaliknya?”
Beliau (rahimahullah) menjawab: “Ini adalah perbuatan sebagian binatang, seperti anjing. Dan kita punya dasar umum bahwa dalam banyak hadits, Ar-Rasul melarang untuk tasyabbuh (menyerupai) hewan-hewan, seperti larangan beliau turun (sujud) seperti turunnya onta, dan menoleh seperti tolehan srigala dan mematuk seperti patukan burung gagak. Dan telah dimaklumi pula bahwa nabi Shallallahu `alahi wa sallam telah melarang untuk tasyabbuh dengan orang kafir, maka diambil juga dari makna larangan tersebut pelarangan tasyabbuh dengan hewan-hewan -sebagai penguat yang telah lalu-, apalagi hewan yang telah dlketahui kejelekan tabiatnya. Maka seharusnya seorang muslim –dan keadaannya seperti ini- merasa tinggi untuk menyerupai hewan-hewan.”
Pertanyaan: “Apa hukum oral seks?”
Dan salah seorang ulama besar kota Madinah, Asy-Syaikh AI-`Allamah `Ubaid bin ‘Abdillah bin Sulaiman AI-Jabiry hafizhahullah dalam sebuah rekaman, beliau ditanya sebagai berikut:
“Apa hukum oral seks’?”
Beliau (hafidhahullah) menjawab: “Ini adalah haram, karena is termasuk tasyabbuh dengan hewan-hewan. Namun, banyak di kalangan kaum muslimin yang tertimpa oleh perkara-perkara yang rendah lagi ganjil menurut syari’at, akal, dan fitrah seperti ini. Hal tersebut karena ia menghabiskan waktunya untuk mengikuti rangkaian film-film porno melalui video atau televisi yang rusak. Seorang lelaki muslim berkewajiban untuk menghormati istrinya dan jangan ia berhubungan dengannya kecuali sesuai dengan perintah Allah. Kalau ia berhubungan dengannya selain dari tempat yang Allah halalkan baginya maka tergolong melampaui batas dan bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alahi wa sallam.”
Penulis: Syaikh Al`Allamah Ahmad bin Yahya An-Najmi hafizhohullah
Dikutip dari majalah An-Nashihah Volume 10 1427H/2006M
2. Onani atau Masturbasi
Pertanyaan: “Apa hukum melakukan kebiasaan tersembunyi (onani atau masturbasi) ?”
1. Fatwa Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al Fauzan -hafizhahullah-
Tanya : “Saya seorang pelajar muslim (selama ini) saya terjerat oleh kabiasaan onani/masturbasi. Saya diombang-ambingkan oleh dorongan hawa nafsu sampai berlebih-lebihan melakukannya. Akibatnya saya meninggalkan shalat dalam waktu yang lama. Saat ini, saya berusaha sekuat tenaga (untuk menghentikannya). Hanya saja, saya seringkali gagal.
Terkadang setelah melakukan shalat witir di malam hari, pada saat tidur saya melakukannya. Apakah shalat yang saya kerjakan itu diterima ? Haruskah saya mengqadha shalat ? Lantas, apa hukum onani ? Perlu diketahui, saya melakukan onani biasanya setelah menonton televisi atau video.”
Jawab :
Onani/Masturbasi hukumnya haram dikarenakan merupakan istimta’ (meraih kesenangan/ kenikmatan) dengan cara yang tidak Allah Subhanahu wa Ta’ala halalkan. Allah tidak membolehkan istimta’ dan penyaluran kenikmatan seksual kecuali pada istri atau budak wanita. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.” [QS. Al-Mu`minun: 5 - 6]
Jadi, istimta’ apapun yang dilakukan bukan pada istri atau budak perempuan, maka tergolong bentuk kezaliman yang haram. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi petunjuk kepada para pemuda agar menikah untuk menghilangkan keliaran dan pengaruh negative syahwat.
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu menikah, maka hendaklah dia menikah karena nikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Sedang barangsiapa yang belum mampu maka hendaknya dia berpuasa karena puasa itu akan menjadi tameng baginya”. (HR. Al-Bukhari 4/106 dan Muslim no. 1400 dari Ibnu Mas’ud]
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi kita petunjuk mematahkan (godaan) syahwat dan menjauhkan diri dari bahayanya dengan dua cara : berpuasa untuk yang tidak mampu menikah, dan menikah untuk yang mampu. Petunjuk beliau ini menunjukkan bahwa tidak ada cara ketiga yang para pemuda diperbolehkan menggunakannya untuk menghilangkan (godaan) syahwat. Dengan begitu, maka onani/masturbasi haram hukumnya sehingga tidak boleh dilakukan dalam kondisi apapun menurut jumhur ulama.
Wajib bagi anda untuk bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak mengulangi kembali perbuatan seperti itu. Begitu pula, anda harus menjauhi hal-hal yang dapat mengobarkan syahwat anda, sebagaimana yang anda sebutkan bahwa anda menonton televisi dan video serta melihat acara-acara yang membangkitkan syahwat. Wajib bagi anda menjauhi acara-acara itu. Jangan memutar video atau televisi yang menampilkan acara-acara yang membangkitkan syahwat karena semua itu termasuk sebab-sebab yang mendatangkan keburukan.
Seorang muslim seyogyanya (selalu) menutup pintu-pintu keburukan untuk dirinya dan membuka pintu-pintu kebaikan. Segala sesuatu yang mendatangkan keburukan dan fitnah pada diri anda, hendaknya anda jauhi. Di antara sarana fitnah yang terbesar adalah film dan drama seri yang menampilkan perempuan-perempuan penggoda dan adegan-adegan yang membakar syahwat. Jadi anda wajib menjauhi semua itu dan memutus jalannya kepada anda.
Adapun tentang mengulangi shalat witir atau nafilah, itu tidak wajib bagi anda. Perbuatan dosa yang anda lakukan itu tidak membatalkan witir yang telah anda kerjakan. Jika anda mengerjakan shalat witir atau nafilah atau tahajjud, kemudian setelah itu anda melakukan onani, maka onani itulah yang diharamkan –anda berdosa karena melakukannya-, sedangkan ibadah yang anda kerjakan tidaklah batal karenanya. Hal itu karena suatu ibadah jika ditunaikan dengan tata cara yang sesuai syari’at, maka tidak akan batal/gugur kecuali oleh syirik atau murtad –kita berlindung kepada Allah dari keduanya-. Adapun dosa-dosa selain keduanya, maka tidak membatalkan amal shalih yang terlah dikerjakan, namun pelakunya tetap berdosa. [Al-Muntaqa min Fatawa Fadhilah Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan IV 273-274]
2. Fatwa Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin -rahimahullah-
Tanya :
“Apa hukum melakukan kebiasaan tersembunyi (onani) ?”
Jawab:
“Melakukan kebiasaan tersembunyi (onani), yaitu mengeluarkan mani dengan tangan atau lainnya hukumnya adalah haram berdasarkan dalil Al-Qur’an dan Sunnah serta penelitian yang benar.
Dalam Al-Qur’an dinyatakan, “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” [QS. Al-Mu'minun: 5 - 7]
Siapa saja mengikuti dorongan syahwatnya bukan pada istrinya atau budaknya, maka ia telah “mencari yang di balik itu”, dan berarti ia melanggar batas berdasarkan ayat di atas.
Rasulllah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa di antara kamu yang mempunyai kemampuan hendaklah segera menikah, karena nikah itu lebih menundukkan mata dan lebih menjaga kehormatan diri. Dan barangsiapa yang belum mampu hendaknya berpuasa, karena puasa itu dapat membentenginya.” (HR. Al-Bukhari: 4/106 dan Muslim no. 1400 dari Ibnu Mas’ud]
Pada hadits ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan orang yang tidak mampu menikah agar berpuasa. Kalau sekiranya melakukan onani itu boleh, tentu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkannya. Oleh karena beliau tidak menganjurkannya, padahal mudah dilakukan, maka secara pasti dapat diketahui bahwa melakukan onani itu tidak boleh.
Penelitian yang benar pun telah membuktikan banyak bahaya yang timbul akibat kebiasaan tersembunyi itu, sebagaimana telah dijelaskan oleh para dokter. Ada bahayanya yang kembali kepada tubuh dan kepada system reproduksi, kepada fikiran dan juga kepada sikap. Bahkan dapat menghambat pernikahan yang sesungguhnya. Sebab apabila seseorang telah dapat memenuhi kebutuhan biologisnya dengan cara seperti itu, maka boleh jadi ia tidak menghiraukan pernikahan.
[As ilah muhimmah ajaba ‘alaiha Ibnu Utsaimin, hal. 9, disalin dari buku Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram]
3. Fatwa Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz -rahimahullah-
Tanya:
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : “Ada seseorang yang berkata ; Apabila seorang lelaki perjaka melakukan onani, apakah hal itu bisa disebut zina dan apa hukumnya ?”
Jawab:
Ini yang disebut oleh sebagian orang “kebiasaan tersembunyi” dan disebut pula “jildu ‘umairah” dan ‘‘istimna” (onani). Jumhur ulama mengharamkannya, dan inilah yang benar, sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika menyebutkan orang-orang Mu’min dan sifat-sifatnya, “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al Mu’minun: 5 – 7]
Orang yang melampuai batas artinya orang yang zhalim yang melanggar aturan-aturan Allah.
Di dalam ayat di atas Allah memberitakan bahwa barangsiapa yang tidak bersetubuh dengan istrinya dan melakukan onani, maka berarti ia telah melampaui batas ; dan tidak syak lagi bahwa onani itu melanggar batasan Allah.
Maka dari itu, para ulama mengambil kesimpulan dari ayat di atas, bahwa kebiasaan tersembunyi (onani) itu haram hukumnya. Kebiasaan rahasia itu adalah mengeluarkan sperma dengan tangan di saat syahwat bergejolak. Perbuatan ini tidak boleh ia lakukan, karena mengandung banyak bahaya sebagaimana dijelaskan oleh para dokter kesehatan.
Bahkan ada sebagian ulama yang menulis kitab tentang masalah ini, di dalamnya dikumpulkan bahaya-bahaya kebiasan buruk tersebut. Kewajiban anda, wahai penanya, adalah mewaspadainya dan menjauhi kebiasaan buruk itu, karena sangat banyak mengandung bahaya yang sudah tidak diragukan lagi, dan juga betentangan dengan makna yang gamblang dari ayat Al-Qur’an dan menyalahi apa yang dihalalkan oleh Allah bagi hamba-hambaNya.
Maka ia wajib segera meninggalkan dan mewaspadainya. Dan bagi siapa saja yang dorongan syahwatnya terasa makin dahsyat dan merasa khawatir terhadap dirinya (perbuatan yang tercela) hendaknya segera menikah, dan jika belum mampu hendaknya berpuasa, sebagaimana arahan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa di antara kamu yang mempunyai kemampuan hendaklah segera menikah, karena nikah itu lebih menundukkan mata dan lebih menjaga kehormatan diri. Dan barangsiapa yang belum mampu hendakanya berpuasa, karena puasa itu dapat membentenginya.”
Di dalam hadits ini beliau tidak mengatakan : “Barangsiapa yang belum mampu, maka lakukanlah onani, atau hendaklah ia mengeluarkan spermanya”, akan tetapi beliau mengatakan : “Dan barangsiapa yang belum mampu hendaknya berpuasa, karena puasa itu dapat membentenginya”
Pada hadits tadi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan dua hal, yaitu :
Pertama: Segera menikah bagi yang mampu.
Kedua: Meredam nafsu syahwat dengan melakukan puasa bagi orang yang belum mampu menikah, sebab puasa itu dapat melemahkan godaan dan bisikan syetan.
Maka hendaklah anda, wahai pemuda, beretika dengan etika agama dan bersungguh-sungguh di dalam berupaya memelihara kehormatan diri anda dengan nikah syar’i sekalipun harus dengan berhutang atau meminjam dana. Insya Allah, Dia akan memberimu kecukupan untuk melunasinya.
Menikah itu merupakan amal shalih dan orang yang menikah pasti mendapat pertolongan, sebagaimana Rasulullah tegaskan di dalam haditsnya, “Ada tiga orang yang pasti (berhak) mendapat pertolongan Allah Azza wa Jalla : Al-Mukatab (budak yang berupaya memerdekakan diri) yang hendak menunaikan tebusan darinya. Lelaki yang menikah karena ingin menjaga kesucian dan kehormatan dirinya, dan mujahid (pejuang) di jalan Allah.” (HR. At-Tirmizi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah)
(Dikutip dari terjemah Fatawa Syaikh Bin Baz, dimuat dalam Majalah Al-Buhuts, edisi 26 hal 129-130, disalin dari Kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram)

Rabu, 19 Juni 2013

Cara Memblokir Nomor HP Penipu Lewat SMS
 

Sering kali kita dibuat terkejut dengan ada sebuah sms yang berbunyi di hape kita, apalagi pas kita sedang tegang-tegangnya mengerjakan sesuatu atau sedang dalam sebuah perjalanan atau mungkin juga dalam sebuah situasi yang sedang genting-gentingnya. Setelah sms dibuka, ya ampun ternyata isi smsnya yg menyatakan anda menjadi pemenang kuis, togel, SMS yg pura2 nyasar tentang transfer uang, mama genit minta pulsa, agen pulsa super murah, agen sendal, agen wanita dan tante girang dan bla bla bla lainya…
Saya rasa anda sudah mulai jengah, karena hal semacam ini sangatlah meresahkan kita semua, dan inilah sebuah cara yang saya dapatkan dari ikatan pedagang pulsa dan gerai seluller untuk anda semuanya:

1. TELKOMSEL
Format SMS : penipuan#nomor penipu#isi SMS tipuan dan kirim ke 1166
Contoh : Penipuan#0812123456#selamat anda mendptkan 1 unit mbl avanza dr telkomsel poin…dst lalu kirim ke 1166
2. XL
Format SMS : Lapor#Nomor yg di gunakan utk menipu#kasus yg di keluhkan lalu krm ke 588
3. INDOSAT
Format SMS : SMS(spasi)Nomor pengirim SMS penipuan(spasi)isi SMS penipuan,kirim ke 726
Jika sudah lebih dari dua orang yang melaporkan SMS penipuan, maka nomor tersebut segera diblokir secara permanen oleh operator provider yang bersangkutan.

Buat anda yang kebetulan mendapatkan komfirmasi atau sebuah telephone yang menyatakan anda sedang mendapatkan sebuah hadiah dengan jenis barang atau nominal tertentu dari sebuah provider, sebaiknya anda melaporkanya pada gerai pulsa ataupun operator terdekat di tempat tinggal anda. Jangan pernah percaya bila anda belumpaham sedikitpun dengan program-program yang diadakan oleh sang penelpon yang mengatas namakan pegawai salah satu provider yang anda pakai, sebab pihak yang bersangkutan dalam melakukan suatu program undian tidak pernah sedikitpun memungut biaya kepada anda yang mengikuti program undianya.

Selasa, 18 Juni 2013

PEPATAH JAWA

Titikane wong putus ing ngelmu, basa kang bisa gawe tentrem lan bungahing liyan.
(Orang yang menguasai ilmu pengetahuan, memiliki tata bahasa yang bisa membuat orang lain senang)

Jun yen lokak kocak dene yen kebak anteng, semono uga tumrap ngelmu.
(Pepatah ini seperti pribahasa air beriak tanda tak dalam, maksudnya orang yang ilmunya sedikit banyak bertingkah sedangkan orang yang banyak ilmu lebih suka diam)

Mumpung anom ngudia laku utama.
(Mumpung masih muda berbuatlah yang terbaik)

Urip iku kudu gelem tepa selira.
(Hidup harus memiliki sikap tenggang rasa)

Sugih tanpa bandha, nglurug tanpa bala.
(Kaya tidak berharta, menyerang sendirian. Maksudnya, hidup harus memiliki keberanian, berani menghadapi kenyataan hidup)

Digdaya tanpa aji, menang tanpa ngasorake.
(Kesaktian tanpa kekuatan, menang tanpa menghina. Maksudnya, orang yang kuat tidak harus menunjukkan kekuatannya, dan sebagai pemenang tidak boleh menghina lawan kita)

Sabar lan narimo marganing basuki, ngangsa-angsa marakake brakala.
(Bersabar dan bersyukur akan mendapatkan keselamatan)



Ngrusak wohing panggawe, ngundhuh wohing panandur.
(Orang berbuat maka akan berakibat, baik ataupun buruk.)

Ngelmu pari saya isi saya tumungkul.
(Orang yang banyak ilmu tidak sombong)

Andap asor, wani ngalah luhur wekasane.
(Rendah hati, berani mengalah berbudi luhur)

Aja wedi kangelan jalaran urip ing donya iku pancen angel.
(Jangan takut menghadapi kesulitan karena hidup di dunia itu memang susah)

Tuking kamulyan iku saka anggone sregep.
(Sumber kebahagiaan itu didapat dari kerja keras)

Sepi ing pamrih, rame ing gawe.
(Sedikit pengharapan, tetapi banyak melakukan pekerjaan)

Jagad ora mung sak godhong kelor.
(Dunia tak selebar daun kelor)

Darbe kawruh kang ora ditindakkake, bareng mati ilang tanpa tilas.
(Ilmu pengetahuan yang tidak diamalkan, ketika mati hilang tanpa bekas)



Sopo gawe nganggo, sopo nandur ngunduh.
(Siapa membuat pasti akan memakai, siapa menanam pasti akan memetik hasilnya)

Suradira jayaningrat lebur dening pangastuti.
(Kejahatan akan dikalahkan oleh kebenaran)

Sing sapa temen bakal tinemu.
(Siapa yang rajin akan menuai hasilnya)

Suradira hayuningrat pangruwating diyu.
(Kebenaran mengatasi kejahatan)

Aja dumeh kuwasa, tumindake daksara lan daksila marang sapada-pada.
(Jangan mentang-mentang berkuasa, bertindak sewenang-wenang terhadap sesama)

Aja dumeh pinter, tumindake keblinger.
(Jangan mentang-mentang pintar, bertindak lupa daratan)

Aja dumeh sugih, tumindake lali karo wong ringkih.
(Jangan mentang-mentang kaya, lupa sama orang lemah)

Aja dumeh menang, tumindake sewenang-wenang.
(Jangan mentang-mentang menang, bertindak sewenang-wenang)

Wong urip iku sadrema nglakoni kadya wayang ana dalange.
(Manusia hidup tinggal menjalani saja seperti wayang sudah ada dalangnya)

Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.
(Di depan memberi contoh, di tengah turut berperan aktif, di belakang turut mendukung)

Aja rumangsa bisa, nanging bisaa rumangsa.
(Jadi orang janganlah sok tahu, tetapi jadilah orang yang tahu akan situasi dan kondisi)

Kawruh kang marakake reseping ati sasama iku kawruh donya kang mumpangati.
(Ilmu yang menyebabkan ketrentaman hati adalah ilmu dunia yang bermanfaat)

Ngelmu iku kelakone kanthi laku.
(Ilmu itu diperoleh melalui proses perjalanan)

Golek banyu apikul warih, golek geni adedamar.
(Mencari air berbekal sepikul air, mencari api berbekal pelita)

KATA MUTIARA KEHIDUPAN JAWA

KATA MUTIARA KEHIDUPAN JAWA

Wong Jawa nggone semu
(Orang Jawa suka tersembunyi. Maksudnya, orang Jawa itu dalam berpikir dan bersikap cenderung menggunakan kata mutiara, kata bijak, pepatah, kiasan, simbol, sanepa).

Mikul dhuwur, mendhem jero
(Mengangkat setinggi-tingginya, mengubur sedalam-dalamnya. Maksudnya, menilai seseorang dalam hal kebaikannya patut diunggulkan tetapi simpan kejelekan sedalam-dalamnya, janganlah disebarluaskan).

Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah
(Kerukunan membuat menjadi kokoh, bertengkar menjadikan kehancuran/rusak. Maksudnya, dalam kehidupan sehari-hari selalu rukun agar semakin kuat, jangan saling bermusuhan).

Anak polah, bapa kepradhah
(Setiap anak bertingkah, bapak akan selalu ikut bertanggung jawab. Maksudnya, sekalipun anak yang bertingkah laku bahkan tingkah lakunya menyimpang, orang tua yang bertanggung jawab).

Kacang ora ninggal lanjaran
(Orang tua dan anak diibaratkan kacang panjang dan ajir, tidak dapat dipisahkan. Tingkah laku seorang anak mencerminkan tingkah laku orang tuanya).

Emban cindhe, emban siladan
(Menggendong dengan selendang, menggendong dengan irisan bambu tipis tajam. Maksudnya, memberikan nasihat kepadara para orang tua agar jangan membedakan kasih sayang kepada semua anak-anaknya).

Cekelen iwakke, aja buthek banyune
(Tangkaplah ikannya, tapi jangan sampai keruh. Maksudnya, setiap menyelesaikan masalah janganlah diperkeruh, yang terpenting inti permasalahannya terselesaikan dengan baik).



Becik ketitik, ala ketara
(Siapa yang berbuat baik dan berbuat jahat akan ketahuan. Maksudnya, memberikan nasihat bahwa jangan takut untuk berbuat baik sekalipun terlihat jahat (jangan sebaliknya berbuat jahat tetapi nampak berbuat baik) karena sesuatu yang baik pasti akan terlihat baik sekalipun membutuhkan waktu yang lama, sedangkan sesuatu yang jahat atau buruk juga akan ketahuan di kemudian hari, hanya waktu yang bisa menjawabnya)

Aja njagakake endoge blorok
(Jangan mengharapkan ketidakpastian. Maksudnya, janganlah berangan-angan mengharapkan sesuatu yang belum pasti, diibaratkan endoge blorok (telurnya ayam blorok), ayam belum tentu bertelur tetapi sudah diharapkan telurnya).

Ana dina, ana upa
(Ada hari, ada nasi. Maksudnya, selama masih ada kehidupan kita masih bisa bekerja, sehingga kita masih bisa mendapatkan rezeki).

Ana sethithik dipangan sethithik
(Dapat sedikit, dimakan sedikit. Maksudnya, memberikan nasihat untuk selalu bersyukur kepada Allah atas nikmat yang telah diberikan, caranya dengan menerima rezeki yang diberikan sekalipun sedikit harus tetap disyukuri. Berarti dalam membelanjakannya juga harus terukur).

Ora obah ora mamah
(Tidak mau bekerja, tidak dapat makan. Maksudnya, orang yang malas bekerja bakalan kelaparan. Memberikan motivasi untuk selalu bekerja mencari nafkah agar bisa mempertahankan hidup).

KATA - KATA MUTIARA JAWA

KATA MUTIARA JAWA - BEBERAPA CUPLIKAN DALAM PUPUH PANGKUR



Kados sampun kinodrat, bilih punika ageming ngaurip, punapa ta wonten tuhu, tiyang sepi pamrihnya, senadyan penjenenganing ratu, lan ugi brahmana pisan, tan wonten sepi pamrihnya.
(Seperti sudah ditakdirkan, bahwa pedoman hidup itu, apakah betul-betul ada, orang tidak punya pamrih, walaupun beliaunya raja, dan juga sekalipun brahmana, tidak ada yang tidak punya pamrih)

Nadyan nggenya kalepatan, pamrih wau mung halus kebuntel daging, tindaking weweka iku, saya lampah kang awrat, umpamine dadosa ngulama guru, kebatinan sesaminya, yekti tan uwal sing pamrih.
(Walaupun tempatnya salah, pamrih itu harus halus yang terbungkus daging, jalannya perencanaan itu, melaksanakannya lebih berat, misalnya menjadi guru ulama, sesamanya kebatinan, pasti tidak akan lepas dari pamrih)

Mengsah pamrih tandhing aprang, sarana tan kendhat anggenya teteki, neger kersaning Hyang Agung, kabeh sesampunira, panjenengane katleyek myang kabentus, ing tawang kesandhung rata, eling yang mung titah yekti.
(Musuh bertujuan perang tanding, dengan selalu tidak pernah lepas bertapa, mempertanyakan keinginan Hyang Agung, semua setelah itu, beliau tersangkut dan terbentur, di langit tersandung tanah datar, ingat bila hanya seorang hamba Allah)



KATA MUTIARA JAWA - BEBERAPA CUPLIKAN DALAM PUPUH KINANTI



Sapa temen dha tinemu, tinemonan ing pamburi, jer basuki mawa beya, beya budi luhur yekti, sura dira jayaningrat, lebur dening pangastuti.
(Siapa bersungguh-sungguh akan mendapatkan, mendapatkannya pada akhir, bila ingin sejahtera harus berusaha, usaha berbudi luhur, semua kejahatan akan terkalahkan, oleh kebijaksanaan dengan penuh maaf)

Kang temen pangudinipun, mring bebener laras adil, lan timbang ingkang sanyata, iku oncekane sayekti, yen winastan Kyia Ageng Sela, wasis nyekel bledeg thathit.
(Yang sungguh berupaya, pada kebenaran yang seimbang dan adil, yaitu pertimbangan nyata, itulah arti sesungguhnya, seperti yang disebut Kyai Ageng Sela, dapat dengan mudah memegang petir)

Sanungging ing karonipun, lawang bledheg kori masjid, Masjid Demak amrapat, karepe kang yoso kori, kita dimen dha elinga, yaiku ingkang sesanti.
(tergambar di jendelanya, pintu petir jendela masjid, Masjid Demak rengat, keinginan yang membuat jendela, agar kita selalu ingat, yaitu yang berpetuah)

Tetela kang pamrih iku, lumrah tumraping dumadi, nangging ta sabisa-bisa, kudu laras ing pribadi, dadi kuat lan sentosa, marang wewengkon sayekti.
(Ternyata yang punya tujuan itu, biasa terhadap sikap makhluk, tetapi juga sedapat mungkin, harus selaras dengan pribadi, menjadi kuat dan sentosa, kepada wilayahnya sendiri)



Ajeg sisiram kang trubus, kanthi tirta marta warih, ya toyaning kalbu ingkang, wus menga tumiyung yekti, saiyeg marang mring gegeyongan, myang kayun kayungyun yekti.
(Tetap disiram benih itu, dengan air kehidupan, ya airnya dari kalbu, telah terbuka serta terwujud, bersikap bersatu pada cita-cita, yang sangat diharapkan)

Tetap marsudi kang tulus, mardawaning budaya hadi, anglelatih buditama, mrih rahayu sayekti, lire iku sanyatanya, manggon ing kalbu sejati.
(Tetap berusaha dengan tulus, selama budaya bagus, melatih budi yang utama, agar selalu selamat, ibarat yang sesungguhnya, di dalam kalbu sejati)